Plastic waste is an ongoing environmental concern in Mulawarman Village, where some households still dispose of waste by burning it in the open. This community engagement activity was designed to improve elementary pupils’ knowledge and hands-on skills in reducing, separating, and reusing plastic waste. It involved 41 fourth-grade pupils from State Elementary School 016 and State Elementary School 024 in Tenggarong Seberang. Learning activities consisted of interactive instruction, quizzes, group discussion, and practical workshops that transformed discarded plastic into usable products. Attendance lists, pre-test and post-test results, observations, documentation, and workshop products provided the data, which were summarized descriptively. The average knowledge score moved upward from 44.63 to 57.07, representing an increase of 12.44 points, or 27.87 percent. The practical sessions yielded 50 keychains, 24 ecobricks, and two bookshelves. The team also prepared an ecobrick guide to help schools continue the learning activities. The program supports Sustainable Development Goal 4 through environmental learning, Goal 12 through plastic reduction and reuse, and Goal 13 by introducing options other than open burning. Keywords: plastic waste management; interactive methods; elementary school children; environmental education Abstrak: Pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi salah satu persoalan pengelolaan sampah plastik di Desa Mulawarman. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan untuk membekali siswa sekolah dasar dengan pengetahuan dan kemampuan praktik dalam mengurangi, memilah, serta menggunakan kembali plastik bekas. Sebanyak 41 siswa kelas IV dari SDN 016 dan SDN 024 Tenggarong Seberang mengikuti kegiatan tersebut. Rangkaian program mencakup penyampaian materi secara interaktif, kuis, diskusi, dan workshop pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang dapat digunakan. Data dikumpulkan dari daftar hadir, nilai pre-test dan post-test, hasil observasi, dokumentasi, serta produk yang dibuat selama workshop, kemudian diuraikan secara deskriptif. Nilai pengetahuan rata-rata bertambah dari 44,63 menjadi 57,07, atau naik 12,44 poin (27,87%). Dari kegiatan praktik dihasilkan 50 gantungan kunci, 24 ecobrick, dan dua rak buku. Tim turut menyusun panduan pembuatan ecobrick agar materi kegiatan dapat digunakan kembali. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 melalui edukasi lingkungan, Tujuan 12 melalui pengurangan dan penggunaan ulang plastik, serta Tujuan 13 melalui pengenalan cara penanganan sampah selain pembakaran terbuka. Kata kunci: pengelolaan sampah plastik; metode interaktif; anak usia sekolah dasar; pendidikan lingkungan
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ekayanti et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: