Plastic waste remains an environmental issue in schools, primarily stemming from the use of single-use food and beverage packaging. One potential solution is to reduce the use of such packaging by adopting reusable containers. This study aims to describe the management of plastic waste through an "eco-friendly container" initiative at SDN 01 Polokarto, Sukoharjo. The research employs a qualitative approach with a case study design. There are 16 informants, selected via purposive sampling, consisting of one school principal, six teachers (grades I–VI), and nine students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the eco-friendly container initiative originated from the fourth-grade homeroom teacher, who encouraged students to use their own plates or cups when purchasing snacks. This practice subsequently expanded and was implemented across all grade levels. Observations reveal that students have become accustomed to using reusable containers, preparing them before buying snacks, disposing of waste in designated bins, and maintaining the cleanliness of the school environment. Teachers provide support by offering reminders and setting an example in the use of eco-friendly containers. The use of these containers serves as a strategy to reduce the consumption of single-use plastic packaging during snack purchases. While this study does not quantitatively measure the volume of plastic waste, it describes waste management practices based on conditions observed in the field. The eco-friendly container initiative at SDN 01 Polokarto, Sukoharjo, represents a simple practice that supports the reduction of single-use plastics and fosters environmentally conscious habits among students. ABSTRAK Sampah plastik masih menjadi permasalahan lingkungan di sekolah, terutama dari penggunaan kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan kemasan tersebut melalui penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan sampah plastik melalui gerakan wadah ramah lingkungan di SDN 01 Polokarto Sukoharjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas satu kepala sekolah, enam guru kelas I–VI, dan sembilan peserta didik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan wadah ramah lingkungan bermula dari inisiatif wali kelas IV yang menyarankan peserta didik menggunakan piring atau gelas ketika membeli jajanan. Praktik tersebut kemudian berkembang dan diterapkan pada seluruh kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik telah terbiasa menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali, menyiapkan wadah sebelum membeli jajanan, membuang sampah pada tempat yang tersedia, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Guru turut mendukung melalui pemberian pengingat dan keteladanan dalam menggunakan wadah ramah lingkungan. Penggunaan wadah menjadi salah satu bentuk upaya mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dalam kegiatan jajan. Penelitian ini tidak mengukur jumlah sampah plastik secara kuantitatif, tetapi menggambarkan praktik pengelolaannya berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan. Gerakan wadah ramah lingkungan di SDN 01 Polokarto Sukoharjo menjadi praktik sederhana yang mendukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan pembentukan kebiasaan peduli lingkungan pada peserta didik.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Munir et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: