Conventional security models in mobile banking applications remain vulnerable to the theft of Personal Identification Numbers (PINs) transmitted to the server. This research integrates the Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) and Secure Hash Algorithm-256 (SHA-256) for more secure transaction authentication in mobile banking applications. The PIN is no longer sent to the server, but rather combined with the username and device ID to generate a private key using the Password-Based Key Derivation Function 2 (PBKDF2). The application prototype was built using the Python programming language with a client-server architecture. The client performs hashing on the transaction data using SHA-256 and signs it with ECDSA, while the server verifies the signature. The application's performance evaluation was conducted through three testing scenarios, namely normal transactions, access from unregistered devices, and transaction nominal manipulation. The test results indicate that the application is capable of executing signing and verification accurately across all scenarios. This proves that the applied method is effective in ensuring authentication security, data integrity, and non-repudiation in mobile banking transactions.Keywords: Authentication, Digital Signature, ECDSA, Mobile Banking, PBKDF2, PIN, SHA-256. Abstrak: Model keamanan konvensional pada aplikasi mobile banking masih rentan terhadap pencurian Personal Identification Number (PIN) yang dikirimkan ke server. Penelitian ini mengintegrasikan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) dan Secure Hash Algorithm-256 (SHA-256) untuk autentikasi transaksi yang lebih aman pada aplikasi mobile banking. PIN tidak lagi dikirimkan ke server, melainkan digabungkan bersama username dan device ID untuk membangkitkan kunci privat menggunakan Password-Based Key Derivation Function 2 (PBKDF2). Prototipe aplikasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python dengan arsitektur klien-server. Klien melakukan hashing data transaksi menggunakan SHA-256 dan menandatanganinya dengan ECDSA, sementara server memverifikasi tanda tangan tersebut. Evaluasi kinerja aplikasi dilakukan melalui tiga skenario pengujian, yaitu transaksi normal, akses dari perangkat tidak terdaftar, dan manipulasi nominal transaksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi mampu mengeksekusi penandatanganan dan verifikasi secara akurat pada seluruh skenario. Hal ini membuktikan bahwa metode yang digunakan efektif dalam menjamin keamanan autentikasi, integritas data, dan nirsangkal pada transaksi mobile banking.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hardiyanti et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: