Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Higher Order Thinking Skills (HOTS), encompassing the abilities to analyze, evaluate, and create, are essential competencies in university-level chemistry education. However, students still experience difficulties in analyzing and evaluating data during laboratory activities. This study aimed to analyze changes in the HOTS of Chemistry Education students following research-based learning in a palm sugar production laboratory practicum. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 24 students selected through purposive sampling. Data were collected using a 20-item multiple-choice test assessing the indicators of analyzing, evaluating, and creating. Data analysis included descriptive statistics, a normality test, Normalized Gain (N-Gain), and a paired-sample t-test. The results showed that the mean HOTS score increased from 59.58 (SD = 10.83) on the pretest to 76.67 (SD = 13.41) on the posttest. The mean N-Gain was 0.43, which falls within the moderate category. The paired-sample t-test revealed a statistically significant difference between pretest and posttest scores, t(23) = 6.79, p < 0.001, with a large effect size (d = 1.39). These findings indicate that students' HOTS scores improved following research-based learning in the palm sugar production practicum. However, because the study did not include a comparison group and involved only one class, the findings cannot establish a causal relationship or be generalized broadly. Further research is recommended using a quasi-experimental design with a comparison group. ABSTRAK Keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS), yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran kimia di perguruan tinggi. Namun, mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis dan mengevaluasi data selama kegiatan praktikum. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan HOTS mahasiswa Pendidikan Kimia setelah mengikuti pembelajaran berbasis riset pada praktikum pembuatan gula semut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 24 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang mengukur indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, Normalized Gain (N-Gain), dan paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor HOTS meningkat dari 59,58 (SD = 10,83) pada pretest menjadi 76,67 (SD = 13,41) pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,43 termasuk kategori sedang. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara pretest dan posttest, t(23) = 6,79, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (d = 1,39). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan HOTS terjadi setelah mahasiswa mengikuti pembelajaran berbasis riset pada praktikum pembuatan gula semut. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok pembanding dan hanya melibatkan satu kelas, hasilnya belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat maupun digeneralisasikan secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok pembanding.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Alkamalia et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: