Biosecurity is an important measure to prevent the introduction and spread of diseases in smallholder livestock farming. However, farmers’ knowledge of biosecurity remains relatively low, resulting in suboptimal implementation of disease prevention practices. This community service program aimed to improve farmers’ knowledge and understanding of biosecurity practices for ruminant livestock in Leuhan Village, West Aceh Regency. The activity was conducted on July 24, 2026, involving 20 buffalo farmers through a participatory educational approach consisting of lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, and the distribution of biosecurity leaflets. Evaluation was conducted using 10 questions covering seven knowledge indicators, namely basic biosecurity concepts, barn sanitation, management of sick animals, traffic control, sources of disease transmission, benefits of biosecurity, and biosecurity implementation in smallholder livestock farming. The results showed an increase in all knowledge indicators. Knowledge of basic biosecurity concepts increased from 45% to 90%, barn sanitation from 30% to 95%, management of sick animals from 50% to 100%, traffic control from 40% to 90%, sources of disease transmission from 35% to 95%, benefits of biosecurity from 55% to 100%, and biosecurity implementation from 38% to 90%. These results indicate that biosecurity education can improve farmers’ knowledge of disease prevention practices. The activity is expected to provide a foundation for better biosecurity implementation to support livestock health and the sustainability of smallholder livestock farming. Keywords: biosecurity; community service; education; farmers; ruminants. ABSTRAK Penerapan biosekuriti merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit pada peternakan rakyat. Namun, pengetahuan peternak mengenai biosekuriti masih relatif rendah sehingga penerapan tindakan pencegahan penyakit belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai penerapan biosekuriti pada ternak ruminansia di Desa Leuhan, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 dengan melibatkan 20 peternak kerbau melalui pendekatan edukatif-partisipatif berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan pembagian leaflet biosekuriti. Evaluasi dilakukan menggunakan 10 butir pertanyaan yang mencakup tujuh indikator pengetahuan, yaitu konsep dasar biosekuriti, sanitasi kandang, penanganan ternak sakit, pengendalian lalu lintas, sumber penularan penyakit, manfaat biosekuriti, dan penerapan biosekuriti pada peternakan rakyat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator. Pengetahuan mengenai konsep biosekuriti meningkat dari 45% menjadi 90%, sanitasi kandang dari 30% menjadi 95%, penanganan ternak sakit dari 50% menjadi 100%, pengendalian lalu lintas dari 40% menjadi 90%, sumber penyakit dari 35% menjadi 95%, manfaat biosekuriti dari 55% menjadi 100%, dan penerapan biosekuriti dari 38% menjadi 90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi biosekuriti dapat meningkatkan pengetahuan peternak mengenai tindakan pencegahan penyakit. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan biosekuriti yang lebih baik untuk mendukung kesehatan ternak dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Kata kunci: biosekuriti; edukasi; peternak; ruminansia; pengabdian masyarakat.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Silaen et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: