Fiction is a literary work that is imaginative, although it can be inspired by real facts or events. This study aims to improve students’ ability to review fiction works through the application of the guided inquiry learning model in class VIII of SMP Negeri 1 Alasa Talumuzoi. The problem found is the low ability of students to analyze elements of fiction such as theme, character, plot, setting, and message. This is caused by the lack of active student involvement and the use of less effective learning models. The study employed Classroom Action Research (CAR) with two cycles. The research subjects consisted of 21 students, including 12 males and 9 females. Data were collected through observation, tests, field notes, and documentation. The findings show an increase in students’ ability from an average of 63.14% in the first cycle to 81.67% in the second cycle. In cycle I, the achievement improved from 47% to 67%, while in cycle II it increased from 80% to 87%. Student observation results also rose from 40% to 94%. Thus, the guided inquiry learning model proved effective in enhancing students’ ability to review fiction works. Karya fiksi merupakan karya tulis yang bersifat imajinatif meskipun dapat berangkat dari fakta atau peristiwa nyata. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa Talumuzoi. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis unsur fiksi, seperti tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. Hal ini disebabkan kurangnya keterlibatan aktif siswa serta penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 9 perempuan. Data diperoleh melalui observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa, dari rata-rata 63,14% pada siklus I menjadi 81,67% pada siklus II. Pada siklus I, capaian meningkat dari 47% ke 67%, sedangkan pada siklus II meningkat dari 80% ke 87%. Hasil observasi siswa juga naik dari 40% menjadi 94%. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing terbukti efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hulu et al. (2025) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: