Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepraktisan Modul Ajar Matematika Berbasis Etnomatematika Batak Angkola (MOAMABUL) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan respons siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Uji coba produk melibatkan 18 siswa kelas X TAV-1 SMK Negeri 2 Padangsidimpuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket respons siswa terhadap penggunaan MOAMABUL dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase skor untuk menentukan kategori kepraktisan produk. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa MOAMABUL memperoleh persentase kepraktisan sebesar 66% dan termasuk dalam kategori cukup praktis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, tetapi masih memerlukan penyempurnaan pada beberapa aspek. Integrasi budaya Batak Angkola dalam penyajian materi SPLDV memberikan konteks pembelajaran yang dekat dengan lingkungan dan pengalaman siswa. Simpulan: MOAMABUL memiliki tingkat kepraktisan yang cukup dan berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan ajar kontekstual pada materi SPLDV. Meskipun demikian, revisi dan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kepraktisan serta menguji efektivitas modul terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Harahap et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: