Key result
Consumption of trans and saturated fats is significantly associated with elevated cholesterol levels among residents of Karangbong Village (p=0.017).
Why the study?
The increasing problem of high cholesterol and its association with dietary fat consumption, particularly trans fats, motivated investigation of their relationship in Desa Karangbong.
Does the type of dietary fat consumption correlate with cholesterol levels in a community setting?
Cross-Sectional (n=44)
No
Does the type of dietary fat consumption correlate with cholesterol levels in a community setting?
Consumption of unhealthy fats, particularly trans and saturated fats, is significantly correlated with very high cholesterol levels in a rural Indonesian community.
Masalah kolesterol saat ini mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Kolesterol adalah zat lemak berwarna kekuningan yang mirip lilin dan beredar dalam darah, dihasilkan oleh hati. Tingginya kadar kolestrol dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pola makan seperti konsumsi makan yang mengandung lemak jahat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol di Desa Karangbong.Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Sampel diambil dengan teknik simple randoml sampling. Variabel independen adalah konsumsi jenis lemak, variabel dependen adalah kadar kolestrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Form Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (Sq-Ffq) dan lembar observasi kadar kolestrol. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat di Desa Karangbong banyak mengkonsumsi jenis lemak trans (47,9%). Masyarakat di Desa Karangbong banyak memiliki kadar kolestrol yang sangat tinggi (54,2%). Ada hubungan konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol di Desa Karangbong dengan nilai (p-value = 0,017< 0,05). Adanya hubungan antara konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol disebabkan oleh konsumsi jenis lemak trans, mengonsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan olahan akan berdampak pada peningkatan kadar kolesterol. konsumsi lemak trans yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik)
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Maghfiroh et al. (2025) conducted a cross-sectional in Hypercholesterolemia (n=44). Consumption of specific fat types (trans and saturated fats) vs. Unsaturated fat consumption was evaluated on Cholesterol levels (High vs Very High) (p=0.017). Consumption of trans and saturated fats is significantly associated with elevated cholesterol levels among residents of Karangbong Village (p=0.017).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: