Why the study?
The increasing trend of hypertension cases in UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari highlighted the need to understand factors affecting quality of life beyond medical management.
Cross-Sectional (n=124)
No
p-value: p=<0.001
Poor physical health and high stress levels are significantly associated with a lower quality of life among patients with hypertension.
Kasus hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perhatian tidak hanya pada penatalaksanaan medis, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan fisik dan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 124 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner WHOQOL-BREF dan Kessler Psychological Distress Scale. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan fisik dengan kualitas hidup (p < 0,05) dan tingkat stres dengan kualitas hidup (p < 0,05). Diharapkan pihak UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari dapat mengembangkan program intervensi berbasis peningkatan kesehatan fisik dan manajemen stres, seperti penyuluhan rutin, aktivitas fisik terstruktur, dan layanan konseling bagi pasien hipertensi guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Lestari et al. (2026) conducted a cross-sectional in Hypertension (n=124). Poor physical health and severe stress vs. Good physical health and mild stress was evaluated on Poor quality of life (WHOQOL-BREF) (p=<0.001).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: