Key result
Stress management improves quality of life in hypertensive patients compared to control.
Why the study?
Hypertension prevalence is increasing among productive age adults, impacting multiple quality of life aspects, and stress management may improve quality of life in hypertensive patients.
Does a stress management program improve the quality of life in productive-age patients with hypertension?
Does a stress management program improve the quality of life in productive-age patients with hypertension?
p-value: p=<0.05
A stress management program incorporating deep breathing relaxation significantly improves the quality of life in working-age patients with hypertension.
May support adjunctive stress management in hypertension care; hypothesis-generating and requires confirmation in randomized trials.
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada usia produktif. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kualitas hidup pasien, baik fisik, psikologis, sosial, maupun lingkungan. Manajemen stres menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.Tujuan : Mengetahui pengaruh manajemen stres terhadap kualitas hidup pasien hipertensi usia produktif 15–64 tahun di Puskesmas Gamping 1 Kabupaten Sleman, Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan quasi experiment pretest– posttest dengan kelompok kontrol. Sampel sebanyak 94 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Kelompok intervensi diberikan program manajemen stres berupa teknik relaksasi napas dalam, dukungan sosial, dan aktivitas fisik ringan, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup adalah kuesioner WHOQOL BREF. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil : Sebelum diberikan intervensi manajemen stres, kualitas hidup pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol berada dalam kategori cukup. Sesudah diberikan intervensi manajemen stres, kualitas hidup pada kelompok intervensi berada dalam kategori baik, sedangkan pada kelompok kontrol berada dalam kategori cukup. Dengan hasil uji statistik wilcoxon pada kelompok intervensi diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kualitas hidup pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan intervensi relaksasi napas dalam pada kelompok intervensi.Kesimpulan: Manajemen stres
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Atahau et al. (2025) studied Hypertension (n=94). Stress management program (deep breathing relaxation, social support, light physical activity) vs. No intervention was evaluated on Quality of life (measured via WHOQOL-BREF questionnaire) (p=<0.05). A stress management program significantly improved quality of life scores in productive-age patients with hypertension compared to the control group (p=0.000).
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: