Key result
Home-visit education by health cadres yields a ~70-percentage-point increase in stroke prevention knowledge.
Why the study?
Uncontrolled hypertension is a major preventable cause of stroke, and empowering village health cadres is needed to bridge information gaps in rural communities.
Does education by health cadres through home visits improve family knowledge about stroke prevention in families of hypertension patients?
Does education by health cadres through home visits improve family knowledge about stroke prevention in families of hypertension patients?
Absolute Event Rate: 80% vs 10%
Empowerment-based education by community health cadres via home visits is an effective strategy to significantly improve family knowledge regarding primary stroke prevention in rural hypertensive populations.
May support cadre-led education for stroke prevention knowledge in rural hypertension families; leaves open translation to clinical outcomes.
Latar Belakang: Hipertensi diidentifikasi secara global sebagai pembunuh senyap (the silent killer) karena sering kali tidak memunculkan gejala klinis awal hingga memicu komplikasi fatal. Hipertensi yang tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, dan demensia yang paling penting dan dapat dicegah. Pemberdayaan kader kesehatan desa sebagai agent of change diperlukan untuk menjembatani kesenjangan informasi ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi oleh kader dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan stroke di Desa Mbatakapidu. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2026 di Desa Mbatakapidu dengan melibatkan 5 orang kader kesehatan dan 20 perwakilan keluarga yang memiliki anggota penderita hipertensi. Metode yang digunakan meliputi pembekalan kader di balai desa, diikuti dengan edukasi komunitas melalui kunjungan rumah (home visit) selama ±30 menit oleh kader kepada keluarga sasaran. Evaluasi keberhasilan dilakukan secara kuantitatif dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan dua minggu sesudah intervensi (post-test) menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi, mayoritas keluarga memiliki tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebesar 60% (12 orang). Setelah mendapatkan intervensi edukasi terstruktur dari kader, tingkat pengetahuan keluarga mengalami peningkatan signifikan dengan 80% (16 orang) keluarga berhasil mencapai kategori pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Edukasi berbasis pemberdayaan kader hipertensi melalui kunjungan rumah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan keluarga secara signifikan dalam upaya pencegahan stroke di tingkat komunitas.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Toru et al. (2026) studied Hypertension (family members of patients) (n=20). Cadre education through home visits vs. Pre-intervention (baseline) was evaluated on Proportion of families achieving good knowledge about stroke prevention. Structured education by health cadres through 30-minute home visits increased the proportion of families with good knowledge about stroke prevention from 10% before the intervention to 80% two weeks later.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: