Wilayah pesisir Desa Mattirowalie, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana mengalami penumpukan sampah di tepi pantai, keterbatasan fasilitas penampungan sampah, serta perlunya penguatan vegetasi mangrove. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan, kualitas habitat, dan fungsi perlindungan alami kawasan pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove dan pengelolaan sampah pantai dengan melibatkan pemerintah desa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Metode kegiatan meliputi observasi dan diskusi kebutuhan, edukasi lingkungan, pembersihan dan pemilahan sampah, penyediaan tempat penampungan sementara (TPS), pencarian bibit lokal, penanaman mangrove, dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sampah pantai berhasil dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya, tersedia satu unit TPS, serta sebanyak 250 bibit mangrove berhasil ditanam. Monitoring selama tiga minggu menunjukkan 235 bibit (94%) berada dalam kondisi baik, sedangkan 15 bibit (6%) mengalami kerusakan. Masyarakat terlibat dalam kegiatan edukasi, pembersihan dan pemilahan sampah, penyediaan fasilitas, serta penanaman mangrove. Namun, perubahan pengetahuan, kesadaran, dan tingkat partisipasi masyarakat belum dapat diukur secara kuantitatif karena kegiatan tidak menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Keberlanjutan program memerlukan pengelolaan TPS secara rutin, pemantauan pertumbuhan mangrove, serta penyulaman terhadap bibit yang rusak bersama masyarakat dan pemerintah desa.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Musdinul et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: