Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan muhadharah pada siswa kelas IX di SMPIT Permata Cendikia Simalungun, mendeskripsikan tingkat keterampilan berbicara bahasa Arab siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut, menjelaskan peran kegiatan muhadharah dalam mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru bahasa Arab yang sekaligus bertugas sebagai pembina kegiatan muhadharah serta siswa kelas IX yang mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muhadharah dilaksanakan secara rutin dan terstruktur melalui pembagian tugas secara bergiliran, seperti memandu acara, membaca Al-Qur’an, dan menyampaikan pidato, dengan penggunaan bahasa Arab pada beberapa bagian kegiatan. Keikutsertaan siswa dalam kegiatan muhadharah turut mendukung pengembangan keterampilan berbicara bahasa Arab, terutama dalam aspek keberanian dan kepercayaan diri, ketepatan pelafalan, penguasaan kosakata, kemampuan menyusun kalimat, dan kelancaran berbicara. Kegiatan ini juga berperan dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan bahasa Arab secara langsung dan berulang serta menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan penggunaan bahasa dalam situasi nyata. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan meliputi dukungan sekolah, bimbingan guru, kerja sama antarsiswa, jadwal kegiatan yang teratur, dan lingkungan yang mendukung. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi perbedaan tingkat kemampuan siswa, keterbatasan kosakata, kesulitan menyusun kalimat, rasa malu, ketegangan, dan ketakutan melakukan kesalahan. Hambatan tersebut diatasi melalui bimbingan, latihan berulang, penguatan kosakata, pemberian motivasi, evaluasi, dan kesempatan kepada siswa untuk memandu acara secara bergiliran. Dengan demikian, kegiatan muhadharah berkontribusi dalam menyediakan lingkungan latihan yang memungkinkan siswa mempraktikkan bahasa Arab secara langsung dan berulang sehingga mendukung pengembangan keterampilan berbicara mereka.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Annashir et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: