Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Serangan hama uret (Lepidota stigma) merupakan salah satu faktor pembatas utama produktivitas tebu yang banyak dikeluhkan petani karena menyebabkan kerusakan perakaran dan penurunan hasil panen. Pengendalian yang masih didominasi oleh penggunaan insektisida kimia tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta resistensi hama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memperbanyak serta mengaplikasikan jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae sebagai agen pengendalian hayati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dengan melibatkan 20 petani tebu dan didukung oleh dua penyuluh pertanian. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi mengenai pengendalian hayati, pelatihan dan pendampingan perbanyakan M. anisopliae menggunakan media jagung pecah, serta demonstrasi aplikasi pada lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam proses perbanyakan dan penggunaan M. anisopliae secara mandiri. Keberhasilan perbanyakan jamur yang dicapai peserta menunjukkan bahwa teknologi ini dapat diterapkan dengan baik pada tingkat petani. Selain meningkatkan kapasitas petani, program ini juga mendorong penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memperluas adopsi teknologi pengendalian hayati dan mendukung keberlanjutan produksi tebu melalui pengelolaan ekosistem pertanian yang lebih sehat.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Zahro et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: