Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi motivasi kerja dalam pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan bidang akademik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya. Ketatnya persaingan antar-PTS dan tingginya tuntutan pelayanan akademik menuntut karyawan untuk tetap produktif meskipun menghadapi beban kerja yang fluktuatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 390 karyawan dari enam PTS di Surabaya. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β=0,395; p<0,001), sedangkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β=-0,311; p<0,001). Motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β=0,232; p<0,001). Lebih lanjut, motivasi kerja terbukti memediasi secara signifikan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan (β=0,092; p<0,001) dan pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan (β=-0,072; p<0,001). Temuan ini menegaskan bahwa motivasi kerja berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani sumber daya personal (disiplin) dan tuntutan pekerjaan (beban kerja) dalam membentuk kinerja karyawan akademik. Implikasinya, manajemen PTS perlu memperkuat motivasi intrinsik karyawan melalui pengakuan, pengembangan karir, dan lingkungan kerja yang mendukung, agar disiplin kerja dapat ditransformasikan secara optimal menjadi kinerja yang unggul.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sumarsih et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: