Studi ini berfokus pada pemeriksaan fungsi motivasi kerja sebagai faktor penghubung dalam keterkaitan antara kondisi spiritual dan kecerdasan intelektual terhadap hasil kerja karyawan. Penelitian ini mengimplementasikan metode kuantitatif melalui cara mengambil sampel penuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel yang terdiri dari 35 pegawai. Variabel yang diteliti meliputi lingkungan spiritual, kecerdasan intelektual, motivasi kerja, dan kinerja karyawan. Analisis data dilaksanakan dengan pendekatan Model equation struktural berbasis Partial Least Square (SEM-PLS), yang didukung oleh SmartPLS software. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa lingkungan spiritual memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja serta kinerja karyawan. Sebaliknya, kecerdasan intelektual tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja karyawan. Selain itu, motivasi kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan tidak mampu memediasi hubungan antara lingkungan spiritual dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan spiritual merupakan aspek penting dalam membentuk pengalaman kerja yang positif dan mendukung pencapaian kinerja. Namun, pengaruh tersebut tidak secara otomatis menjadikan motivasi kerja sebagai mekanisme penghubung terhadap kinerja. Tidak signifikannya pengaruh kecerdasan intelektual menunjukkan bahwa kemampuan kognitif saja belum tentu tercermin dalam peningkatan kinerja tanpa dukungan faktor lain, seperti kompetensi, pengalaman, dan sistem penghargaan. Secara praktis, perusahaan perlu memperkuat nilai-nilai spiritual, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta mengembangkan kompetensi dan sistem manajemen kinerja yang terarah. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyoroti pentingnya lingkungan spiritual sekaligus menunjukkan keterbatasan peran mediasi motivasi kerja dalam menjelaskan kinerja karyawan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Trisnawati et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: