Penelitian ini dilakukan guna mengkaji efek viral marketing terhadap minat beli minuman Kopi Tuku dengan menempatkan kepercayaan yang memiliki peran dalam menjembatani hubungan tersebut pada konsumen Generasi Z di Jakarta. Metode kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan desain explanatory research. Dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner berskala Likert lima tingkat terhadap 125 responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Ketentuan responden meliputi Generasi Z berusia 17 hingga 27 tahun, bertempat tinggal di Jakarta, pernah membeli atau mengonsumsi Kopi Tuku selama enam bulan terakhir, serta pernah memperoleh atau melihat informasi mengenai Kopi Tuku melalui media sosial. Analisis terhadap data penelitian dilakukan melalui pendekatan SEM-PLS berbantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Pengujian hubungan antar variabel memperlihatkan bahwasannya peningkatan viral marketing berkaitan dengan meningkatnya minat beli secara positif dan signifikan. Hubungan positif dan signifikan juga ditemukan antara viral marketing dan kepercayaan. Di sisi lain, kepercayaan menunjukkan kontribusi positif dan signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan hasil analisis jalur tidak langsung, hubungan viral marketing dengan minat beli turut dipengaruhi oleh terbentuknya kepercayaan konsumen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya kepercayaan memiliki fungsi sebagai variabel mediasi yang signifikan. Hasil tersebut menegaskan bahwasannya keberhasilan viral marketing dalam mendorong minat beli Kopi Tuku dapat diperkuat melalui terciptanya kepercayaan konsumen. Penelitian ini memiliki keterbatasan, sehingga penelitian mendatang disarankan untuk memperluas cakupan wilayah dan karakteristik responden, membandingkan beberapa merek kopi, serta mempertimbangkan variabel lain dan desain penelitian longitudinal guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pembentukan minat beli konsumen.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rahman et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: