Etika akademik merupakan landasan penting dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah, terutama di era digital yang membuat informasi mudah diakses dan disalin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip etika akademik, bentuk pelanggaran yang muncul di era digital, faktor penyebabnya, serta upaya penguatan etika dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap artikel jurnal relevan yang terbit pada tahun 2024 sampai 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika akademik bertumpu pada kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas; bentuk pelanggaran di era digital meliputi plagiarisme, manipulasi data, fabrikasi temuan, dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi; pelanggaran tersebut dipengaruhi oleh faktor individu, institusi, dan lingkungan; serta etika dapat diperkuat melalui pendidikan etika, kebijakan institusi yang jelas, dan pemanfaatan teknologi secara bijak seperti aplikasi pendeteksi plagiarisme dan pengelola referensi. Oleh karena itu, etika akademik perlu ditanamkan pada mahasiswa sejak tahap awal penulisan karya ilmiah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Fauziah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: