Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digital personal branding Aldi Taher melalui media sosial TikTok dalam membangun daya tarik bisnis kuliner Aldi’s Burger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi konten TikTok, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis penelitian menggunakan konsep Authentic Personal Branding dari Hubert K. Rampersad yang terdiri dari sebelas kriteria, yaitu authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, distinctiveness, relevance, visibility, persistence, goodwill, dan performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital personal branding Aldi Taher telah menerapkan kesebelas kriteria tersebut. Hal ini terlihat dari konsistensi Aldi Taher dalam menampilkan karakter yang spontan, humoris, unik, serta gaya komunikasi yang khas dan kemudian mengintegrasikannya ke dalam berbagai konten promosi Aldi’s Burger. Personal branding tersebut membuat konten promosi terasa lebih personal, menghibur, dan berbeda dari bentuk promosi konvensional. Berdasarkan hasil wawancara, karakter Aldi Taher juga mampu membuat konten lebih mudah dikenali, menarik perhatian, serta menimbulkan rasa penasaran dan ketertarikan audiens terhadap Aldi’s Burger. Dengan demikian, digital personal branding Aldi Taher melalui TikTok tidak hanya memperkuat pengenalan terhadap dirinya sebagai figur publik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi komunikasi yang mendukung eksistensi dan daya tarik Aldi’s Burger. Kata Kunci: Digital Personal Branding, Aldi Taher, TikTok, Aldi’s Burger, Authentic Personal Branding.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Azzahra et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: