Penerapan prinsip Good Laboratory Practice (GLP) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk mendukung praktikum IPA yang aman dan tertib. Observasi awal di SMA Swasta YAPIM Taruna Stabat menunjukkan keterbatasan pemahaman pengguna laboratorium tentang GLP dan K3, kesadaran terhadap potensi bahaya, serta belum terbiasanya penggunaan alat pelindung diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan siswa mengenai prinsip GLP dan K3. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pre-test, edukasi melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, post-test, pengisian kuesioner respons, serta evaluasi. Kegiatan diikuti 25 orang yang terdiri atas 20 siswa, empat guru IPA, dan kepala sekolah. Nilai rata-rata pengetahuan dasar GLP meningkat dari 40,8 menjadi 89,8, sedangkan pengetahuan dasar K3 meningkat dari 39,4 menjadi 89,4; persentase peningkatan relatif masing-masing sebesar 120,10 persen dan 126,90 persen. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,001). Dari 25 responden kuesioner, 44 persen menyatakan setuju dan 56 persen sangat setuju bahwa kegiatan bermanfaat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi, tetapi belum membuktikan perubahan keterampilan atau perilaku keselamatan di laboratorium. Evaluasi praktik lanjutan diperlukan untuk menilai penerapan GLP dan K3 secara berkelanjutan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nasution et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: