Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan pendidikan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat memperparah resiko banjir adalah pengelolaan sampah yang belum optimal, terutama sampah yang berpotensi menyumbat saluran drainase. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai penyebab banjir, pengelolaan sampah, dan mitigasi banjir melalui penggunaan video edukasi, presentasi interaktif, serta praktik pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan melibatkan 30 siswa tingkat sekolah menengah atas melalui tahapan observasi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik pemilahan sampah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 25 butir pernyataan dengan skala Likert 1–5. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan N-gain untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta didik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 45 pada pre-test menjadi 85 pada post-test dengan nilai N-gain sebesar 0,73 yang termasuk kategori tinggi. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman penyebab banjir, pengelolaan sampah, dan mitigasi banjir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi yang visual, interaktif, dan kontekstual dapat mendukung peningkatan pemahaman peserta didik mengenai hubungan antara pengelolaan sampah dan mitigasi banjir. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pemantauan praktik pemilahan sampah, penguatan sarana pemilahan, serta integrasi edukasi mitigasi banjir dalam kegiatan pembelajaran dan program lingkungan sekolah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Agustina et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: