Manajemen waktu merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi karena berpengaruh terhadap biaya, mutu, dan pencapaian lingkup pekerjaan. Keterlambatan proyek masih sering terjadi akibat lemahnya perencanaan dan pengendalian jadwal. Last Planner System (LPS) sebagai bagian dari lean construction dikembangkan untuk meningkatkan keandalan perencanaan melalui kolaborasi tim dan kesiapan pekerjaan sebelum pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Twin Tower Universitas Diponegoro Pleburan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melaui observasi lapangan dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan indikator Percent Plan Complete (PPC) untuk menilai kesesuaian antara rencana mingguan dan reaisasi progres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LPS telah dilaksanakan melaui tahapan perencanaan bertingkat dan evauasi PPC, namun belum optima akibat kendaa teknis, cuaca, serta keterbatasan sumber daya. Nilai PPC berkisar antara 71,43% hingga 87,5%, menunjukkan adanya deviasi mingguan. Peningkatan proses make-ready, koordinasi tim, dan manajemen sumber daya diperlukan untuk meminimakan keterlambatan proyek.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Kaltsum et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: