Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak peta dengan lingkungan nyata siswa, sehingga siswa kelas IV SD Negeri 064983 Medan Helvetia kesulitan menentukan arah, menjelaskan letak, dan menggambarkan posisi suatu tempat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Media Peta Lingkungan Lokal Edukatif yang valid dan praktis untuk pembelajaran lingkungan sekitar. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri dari 2 ahli media, 2 ahli materi, 3 guru kelas IV, dan 32 peserta didik kelas IV SD Negeri 064983 Medan Helvetia. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respon guru, dan angket respon peserta didik, dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Media dinyatakan sangat valid oleh ahli media dengan rerata skor 4,6 (validator I) dan 4,5 (validator II), serta sangat valid oleh ahli materi dengan rerata skor 4,4 (validator I) dan 4,6 (validator II); (2) Media dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil (82%) dan uji coba lapangan (87%), serta respon guru kelas IV-A (93%), IV-B (92%), dan IV-C (96%) pada uji coba kelompok kecil, dan pada uji coba lapangan memperoleh 94% (IV-A), 96% (IV-B), dan 96% (IV-C). Dengan demikian, Media Peta Lingkungan Lokal Edukatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran lingkungan sekitar di kelas IV sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sitepu et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: