Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung pada materi segitiga di kelas VII SMP Krispa Silian. Kajian ini dilatarbelakangi capaian materi segitiga di bawah KKM (70) yang ditemukan bersamaan dengan dominasi pembelajaran langsung. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain posttest-only control group. Dari tiga kelas VII, dua kelas utuh dipilih secara acak sebagai kelas eksperimen (VII B, n = 25) dan kelas kontrol (VII C, n = 25). Hasil belajar diukur dengan lima soal uraian yang telah divalidasi ahli dan dianalisis kualitas butirnya. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas (uji F), dan uji-t sampel independen (α = 0,05). Hasil: Rata-rata posttest kelas STAD (84,40) lebih tinggi daripada kelas pembelajaran langsung (71,36); selisih 13,04 poin tersebut signifikan secara statistik (p < 0,001). Simpulan: Pada dua kelas yang diteliti, hasil belajar dengan STAD secara signifikan lebih tinggi daripada pembelajaran langsung, sehingga STAD dapat dipertimbangkan sebagai alternatif model pembelajaran geometri di SMP. Karena tidak ada data kemampuan awal, temuan ini perlu dikonfirmasi pada penelitian dengan desain pretest-posttest.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Suatan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: