Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas modul elektronik interaktif dalam pembelajaran matematika serta kontribusinya terhadap peningkatan otonomi belajar siswa, berdasarkan publikasi ilmiah yang terbit antara tahun 2021 dan 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis (systematic review) yang mengikuti protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar (menggunakan perangkat lunak Publish or Perish) dan Scopus, yang menghasilkan 11 artikel relevan untuk dianalisis secara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dan kualitatif yang disertai dengan pengindeksan referensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran elektronik interaktif berbasis platform digital (seperti Canva, Flip PDF, Live Worksheets, dan Scratch) sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan penalaran matematis siswa, terutama jika diintegrasikan dengan model pembelajaran aktif (seperti pendekatan berbasis masalah atau STEM). Selain itu, modul-modul ini berkontribusi signifikan terhadap pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan mendukung tiga tahapan siklus Zimmerman (perencanaan/persiapan, pelaksanaan/tindakan, dan evaluasi diri) melalui penyediaan fitur akses fleksibel, pengujian, dan umpan balik otomatis. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan modul elektronik interaktif secara signifikan mampu mengatasi hambatan rendahnya otonomi siswa dan literasi matematika di Indonesia. Kunci utama untuk memaksimalkan pembelajaran mandiri dalam pendidikan matematika terletak pada penggabungan fitur interaktif dengan model pembelajaran yang tepat.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Viranikita et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: