Tradisi lokal berpotensi menjadi sumber belajar yang menghubungkan pembelajaran sekolah dasar dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Ngawuwuh, mengidentifikasi nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, dan memetakan potensinya sebagai sumber belajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis etnografi Spradley. Penelitian berlokasi di Kampung Mulakeudeu, Desa Sukalaksana, Kabupaten Garut, dengan SD Negeri 2 Sukalaksana sebagai konteks pemetaan sumber belajar. Temuan menunjukkan bahwa Ngawuwuh berkaitan dengan ungkapan syukur atas hasil bumi, kehidupan religius, dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini mencakup ritus adat, Ngabombang, Kawincahi, dan festival budaya. Enam nilai yang diidentifikasi ialah religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, musyawarah, dan solidaritas. Nilai-nilai tersebut terhubung dalam tema pemeliharaan kehidupan bersama melalui rasa syukur, kerja sama, tanggung jawab sosial, dan kepedulian lingkungan. Tradisi Ngawuwuh berpotensi dimanfaatkan melalui bacaan budaya, dokumentasi visual, diskusi, pengamatan, serta wawancara dengan narasumber. Penelitian ini menghasilkan pemetaan nilai dan relevansi pedagogis, bukan pengujian dampak penerapan pembelajaran.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
rosmananda et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: