Vocabulary (mufrodat) mastery underpins speaking skills (maharah kalam), yet elementary Islamic school students may struggle to use vocabulary in speech and retain memorized words after instruction. This study aimed to analyze the effectiveness of El-Syarif-based vocabulary instruction in improving speaking skills and memorization retention among students at MI Najahiyah Palembang. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The sample comprised 35 fifth-grade students selected through total sampling. Data were collected through oral speaking tests, an immediate memorization test, and a delayed memorization test. The data were analyzed using descriptive statistics, a paired-samples t-test, the Wilcoxon Signed Rank test, and N-Gain. The results showed that the mean speaking score increased from 57.37 to 81.63, with an N-Gain of 0.58, categorized as moderate, and a statistically significant difference (p < 0.001). The mean memorization score decreased from 83.37 to 79.31, while retention reached 95.1%. These findings indicate that El-Syarif-based instruction can improve students’ speaking skills and help maintain most memorized vocabulary. However, the decline in delayed-test scores indicates that some vocabulary was still forgotten over time. ABSTRAK Penguasaan mufrodat menjadi dasar keterampilan berbicara (maharah kalam), tetapi siswa madrasah ibtidaiyah masih menghadapi kesulitan menggunakan kosakata dalam ujaran dan mempertahankan hafalan setelah pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran mufrodat berbasis metode El-Syarif dalam meningkatkan maharah kalam dan retensi hafalan siswa di MI Najahiyah Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) berdesain one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 35 siswa kelas V yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes lisan, tes hafalan segera, dan tes hafalan tunda, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired-samples t-test, uji Wilcoxon Signed Rank, dan N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata maharah kalam meningkat dari 57,37 menjadi 81,63, dengan N-Gain 0,58 dalam kategori sedang dan perbedaan signifikan (p < 0,001). Rata-rata hafalan menurun dari 83,37 menjadi 79,31, tetapi retensi mencapai 95,1%. Disimpulkan bahwa metode El-Syarif berpotensi meningkatkan keterampilan berbicara sekaligus mempertahankan sebagian besar hafalan siswa, meskipun penurunan hafalan tetap terjadi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Ammar et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: