Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas III di SD Negeri 064033 Medan Johor Tahun Pembelajaran 2026/2027. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design dan sampel penelitian dipilih dengan teknik sampling jenuh, yaitu sebanyak 30 siswa. Dengan nilai rata-rata pretest siswa sebesar 57,86 dan nilai rata-rata posttest siswa sebesar 80,26, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Berdasarkan hasil angket pelaksanaan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw diperoleh nilai rata-rata sebesar 77,83 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan uji koefisien korelasi, terdapat hubungan yang sangat kuat antara model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan nilai r_hitung sebesar 0,844 ≥ r_tabel sebesar 0,361. Selain itu, uji hipotesis dengan uji-t menghasilkan nilai t_hitung sebesar 8,331 ≥ t_tabel sebesar 2,042 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H₀ ditolak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y).
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Aritonang et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: