Digital transformation in education has encouraged changes in school management, requiring school principals to demonstrate adaptive and visionary leadership and to facilitate organizational change. Transformational leadership is a relevant approach because it emphasizes the ability of leaders to build a vision, provide motivation, encourage innovation, and empower teachers in responding to change. This study aimed to analyze teachers’ perceptions of the principal’s transformational leadership in the digital era at SMAN 9 Mataram based on the dimensions of idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The study employed a quantitative approach with a descriptive survey design. The study population and sample consisted of 57 teachers selected using total sampling (census sampling), in which all active teachers were included as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The results showed that teachers’ perceptions of the principal’s transformational leadership were in the positive category. The principal was perceived as demonstrating exemplary leadership, fostering motivation, supporting innovation, and paying attention to teachers’ professional development. These findings indicate that transformational leadership is reflected in various leadership practices that support an adaptive school environment in response to educational change and digital transformation. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong perubahan dalam pola pengelolaan sekolah sehingga kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan mampu menggerakkan perubahan organisasi. Kepemimpinan transformasional menjadi pendekatan yang relevan karena menekankan kemampuan pemimpin dalam membangun visi, memberikan motivasi, mendorong inovasi, serta memberdayakan guru dalam menghadapi perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah pada era digital di SMAN 9 Mataram berdasarkan dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 57 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh (sensus), sehingga seluruh guru aktif dijadikan responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah berada pada kategori positif. Kepala sekolah dinilai mampu memberikan keteladanan, membangun motivasi, mendukung inovasi, serta memperhatikan pengembangan kompetensi guru. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tercermin dalam berbagai praktik kepemimpinan yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang adaptif terhadap perubahan dan transformasi digital pendidikan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sofiana et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: