Community service (PkM) is an implementation of the higher education tridharma aimed at enhancing community capacity through the application of science and technology. This activity was conducted in Owi Village, East Biak District, Biak Numfor Regency, with a focus on improving digital literacy through Python programming training for junior high school students and the development of a village profile video as a digital promotional medium. The program involved 54 students from SMP Satu Atap Negeri 7 Biak Timur, consisting of 13 seventh-grade students, 21 eighth-grade students, and 20 ninth-grade students. A participatory approach was employed through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The training was delivered using a hands-on learning method covering Python fundamentals, the print() function, variables, basic arithmetic operations, and conditional statements using if. Evaluation was conducted through observation, practical exercises, discussions, and question-and-answer sessions to assess participants’ understanding of the materials. The results showed that 38 students (70.37%) successfully understood the training materials and were able to complete the programming exercises provided. In addition, the program produced a village profile video documenting the tourism potential, cultural assets, and geographical characteristics of Owi Village as a digital promotional tool. Although the implementation faced challenges related to limited computer facilities and internet access, the program demonstrated that integrating programming education with digital media development can effectively enhance students’ digital literacy while supporting the sustainable promotion of local potential. Keywords: Community service; Digital literacy; Owi Village; Python training; Video profile ABSTRAK Pengabdian Pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Owi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, dengan fokus pada peningkatan literasi digital melalui pelatihan pemrograman Python bagi siswa SMP serta pembuatan video profil kampung sebagai media promosi digital. Kegiatan melibatkan 54 siswa SMP Satu Atap Negeri 7 Biak Timur yang terdiri atas 13 siswa kelas VII, 21 siswa kelas VIII, dan 20 siswa kelas IX. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode hands-on learning yang mencakup pengenalan Python, fungsi print(), variabel, operasi aritmatika sederhana, dan percabangan menggunakan perintah if. Evaluasi dilakukan melalui observasi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 38 siswa (70,37%) mampu memahami materi dan mengikuti praktik pemrograman dengan baik. Selain itu, kegiatan menghasilkan video profil Kampung Owi yang mendokumentasikan potensi wisata, budaya, dan kondisi geografis kampung sebagai media promosi digital. Meskipun pelaksanaan kegiatan masih menghadapi keterbatasan perangkat komputer dan akses internet, program ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan pemrograman dan pengembangan media digital efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa serta mendukung promosi potensi lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Kampung Owi; Literasi digital; Pelatihan Python; Pengabdian masyarakat; Video profil
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Limbong et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: