This community service program aimed to improve students’ literacy skills through creative writing activities based on the local cultural heritage of Kutai Kartanegara, East Kalimantan, Indonesia, in support of Sustainable Development Goal 4 (SDG 4): Quality Education. The program was conducted in SMP Negeri 1 Loa Janan, involving eighth- and ninth-grade students. It focused on integrating local folklore into literacy learning to strengthen students’ creative writing skills, cultural literacy, and appreciation of regional heritage. The activities comprised an introduction to literacy and local culture, the development of culturally based creative writing materials, creative writing training, and guided writing practice. Students explored the characteristics, functions, and cultural values of folklore through interactive discussions and a video presentation of The Origin of Lipan Lake (Asal Usul Danau Lipan). They then rewrote the story creatively using their own language and writing styles while preserving its cultural messages. The program concluded with feedback on students’ written work and recognition of the three best pieces. The activities were designed to foster students’ interest in literacy, develop their writing abilities, and encourage appreciation and preservation of local cultural heritage. This initiative demonstrates the potential of culturally responsive learning to support meaningful literacy development and quality education. Keywords: creative writing, cultural literacy, local folklore, Kutai Kartanegara, SDG 4 Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui kegiatan penulisan kreatif berbasis kekayaan budaya lokal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia, guna mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Loa Janan dengan melibatkan siswa kelas VIII dan IX. Program ini berfokus pada integrasi cerita rakyat lokal dalam pembelajaran literasi untuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif, literasi budaya, serta apresiasi siswa terhadap warisan budaya daerah. Kegiatan meliputi pengenalan literasi dan budaya lokal, penyusunan materi penulisan kreatif berbasis budaya, pelatihan teknik penulisan kreatif, serta pendampingan praktik menulis. Siswa mempelajari karakteristik, fungsi, dan nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat melalui diskusi interaktif dan pemutaran video cerita Asal Usul Danau Lipan. Selanjutnya, siswa menulis kembali cerita tersebut secara kreatif dengan menggunakan bahasa dan gaya penulisan masing-masing, dengan tetap mempertahankan pesan budaya yang terkandung di dalamnya. Program diakhiri dengan pemberian umpan balik terhadap hasil tulisan siswa dan apresiasi terhadap tiga karya terbaik. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan minat siswa terhadap literasi, mengembangkan keterampilan menulis, serta mendorong apresiasi dan pelestarian warisan budaya lokal. Program ini menunjukkan potensi pembelajaran yang responsif terhadap konteks budaya dalam mendukung pengembangan literasi yang bermakna dan pendidikan berkualitas. Kata kunci: Penulisan kreatif, literasi budaya, cerita rakyat lokal, Kutai Kartanegara, SDG 4
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Valiantien et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: