The purpose of this Community Service (PKM) activity is to improve ecological literacy among 10th-grade students of SMA IT Al-Hikmah Penajam, East Kalimantan. This ecoliteracy is carried out through the introduction of plants and the environment based on East Kalimantan folklore. The chosen folklore is the story of the Origin of Ironwood. This folklore is used as a learning medium to introduce the values of local wisdom, the importance of forest conservation, and the ecological function of ironwood trees as a typical plant of Kalimantan. The implementation method of the activity includes delivering material, reading and discussing the folklore, the introduction of characteristics, benefits, and a question-and-answer session. Participants in this activity were 10th-grade students and teachers at SMA IT Al-Hikmah Penajam. The approach used is a participatory approach that encourages active involvement of participants in the learning process. The results show that students gain a better understanding of ecological knowledge from folklore, nature and its environment, and the importance of environmental conservation. Furthermore, this activity successfully raises students' awareness of local plants and cultural preservation as part of environmental education. This community service program shows that the use of folklore as a learning medium is an effective strategy to strengthen environmental literacy and local wisdom values in the younger generation. Keywords: Environmental literacy, East Kalimantan folklore, ironwood, local wisdom, environmental education Abstrak: Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan literasi ekologi pada siswa kelas 10 SMA IT Al-Hikmah Penajam, Kalimantan Timur. Ekoliterasi ini dilakukan melalui pengenalan tumbuhan dan lingkungan berdasarkan cerita rakyat Kalimantan Timur. Cerita rakyat yang dipilih adalah kisah Asal Usul Kayu Ulin. Cerita rakyat ini digunakan sebagai media pembelajaran untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal, pentingnya konservasi hutan, dan fungsi ekologis pohon ulin sebagai tumbuhan khas Kalimantan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, pembacaan dan pembahasan cerita rakyat, diskusi pengenalan karakteristik dan manfaat serta sesi tanya jawab. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa kelas X dan guru di SMA IT Al-Hikmah Penajam. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengetahuan ekologi dari cerita rakyat, alam dan lingkungannya serta pentingnya pelestarian lingkungan. Lebih lanjut, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran siswa tentang tumbuhan lokal dan pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penggunaan cerita rakyat sebagai media pembelajaran merupakan strategi efektif untuk memperkuat literasi lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal pada generasi muda. Kata Kunci: Literasi lingkungan, cerita rakyat Kalimantan Timur, kayu ulin, kearifan lokal, pendidikan lingkungan
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Zamruddin et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: