Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Kepuasan pasien merupakan salah satu aspek penting dalam evaluasi pelayanan rumah sakit dan berkaitan dengan pengalaman pasien ketika menerima layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, retensi karyawan, dan kompetensi karyawan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Lapatarai Kabupaten Barru, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dari 115 pasien rawat jalan geriatri yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan retensi karyawan memiliki arah hubungan positif tetapi tidak signifikan secara parsial. Kompetensi karyawan berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi prediktor dengan koefisien beta terstandarisasi terbesar. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan nilai R² sebesar 0,694. Temuan ini menunjukkan pentingnya perilaku kerja yang termotivasi dan kompetensi pelayanan dalam membentuk pengalaman pasien, sementara kontribusi retensi perlu dipahami dalam konteks pengaruhnya yang tidak signifikan secara individual. Rumah sakit disarankan memprioritaskan pengembangan kompetensi dan menjaga motivasi tenaga kesehatan sambil terus mengelola retensi sebagai bagian dari kebijakan sumber daya manusia.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Supriadi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: