Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Tersedak merupakan kegawatdaruratan pada anak yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit, sedangkan orang tua di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas menjadi penolong pertama. Penelitian ini menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama tersedak terhadap kesiapsiagaan orang tua (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dalam melakukan back blow pada anak usia 1–5 tahun. Penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group ini melibatkan 40 orang tua di Desa Bumi Wangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, yang dipilih dengan total sampling (20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol). Kelompok intervensi memperoleh edukasi metode demonstrasi dan return demonstration selama sekitar 60 menit. Pada kelompok intervensi, rerata skor pengetahuan meningkat dari 10,70 menjadi 16,45, median skor sikap dari 33,00 menjadi 47,00, dan median skor keterampilan dari 40,00 menjadi 100,00 (nilai p < 0,001 pada seluruh dimensi), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan keterampilan yang bermakna. Skor akhir kelompok intervensi lebih tinggi daripada kelompok kontrol pada ketiga dimensi (nilai p < 0,001). Orang tua yang mencapai kategori siap sebanyak 65% pada kelompok intervensi dan 0% pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi demonstrasi disertai return demonstration efektif meningkatkan kesiapsiagaan orang tua secara menyeluruh dan dapat dijadikan strategi edukasi berbasis keterampilan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Septiyeni et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: