Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Tanah longsor merupakan ancaman bagi keselamatan keluarga di wilayah rawan bencana dan dapat menimbulkan kerusakan, pengungsian, serta gangguan kesehatan. Kesiapsiagaan keluarga diperlukan agar setiap anggota mampu mengenali tanda bahaya dan melakukan tindakan perlindungan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan mitigasi bencana tanah longsor dengan kesiapsiagaan keluarga di RW 09 Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 168 keluarga yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan mitigasi sebanyak 20 item dan kuesioner kesiapsiagaan keluarga sebanyak 23 item. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 43,5% responden memiliki pengetahuan baik, 38,1% cukup, dan 18,5% kurang. Kesiapsiagaan keluarga paling banyak berada pada kategori siap (39,3%), diikuti sangat siap (30,4%); secara kumulatif 69,6% berada pada kategori siap dan sangat siap. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan keluarga (r?=0,653; p<0,001; n=168). Temuan menegaskan pentingnya edukasi mitigasi yang disertai latihan praktis, penyusunan rencana evakuasi, dan penyiapan sumber daya darurat keluarga.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Wirawan et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: