Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Bencana banjir yang terjadi berulang di Dusun 1 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, menimbulkan kerugian material sekaligus dampak psikologis bagi korban, seperti kecemasan dan stres pascatrauma. Dukungan sosial diduga menjadi salah satu faktor yang memperkuat resiliensi psikologis korban dalam menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat resiliensi pada korban bencana banjir di Desa Bojong. Desain penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 120 responden dari populasi 150 kepala keluarga korban banjir yang dipilih menggunakan simple random sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan Social Provisions Scale (SPS) dan resiliensi diukur menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), kemudian dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial tinggi (53,3%) dan tingkat resiliensi tinggi (65,8%). Namun, uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat resiliensi (rs = 0,111; p = 0,229; n = 120), sehingga H0 diterima. Temuan ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan variasi data akibat paparan banjir berulang, serta kemungkinan peran faktor lain seperti efikasi diri dan strategi koping. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel dengan variasi paparan bencana lebih luas dan menguji variabel mediator atau moderator.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Wahyuningsih et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: