Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Kondisi overcapacity dan keterbatasan kebebasan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung berpotensi memicu tekanan psikologis dan stres pada narapidana perempuan. Terapi hipnosis lima jari merupakan intervensi nonfarmakologis berbasis relaksasi dan sugesti positif yang dapat membantu mengendalikan respons stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan tingkat stres pada narapidana perempuan. Penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pendekatan nonequivalent control group design. Populasi sebanyak 261 narapidana perempuan usia 18–40 tahun dan sampel 72 responden yang dipilih dengan purposive sampling berdasarkan rumus Slovin, terdiri dari 36 kelompok intervensi dan 36 kelompok kontrol. Tingkat stres diukur menggunakan DASS-42 subskala stres sebanyak 14 item. Kelompok intervensi diberikan terapi hipnosis lima jari selama 30 menit per sesi, tiga kali dalam satu minggu. Mean tingkat stres kelompok intervensi menurun dari 23,92 menjadi 12,72, sedangkan kelompok kontrol dari 23,89 menjadi 23,58. Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan 11,194 poin pada kelompok intervensi dengan p<0,001, sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,396). Independent Sample T-Test pada post-test menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok (t=-9,258; p<0,001). Terapi hipnosis lima jari berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat stres dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan komplementer di lingkungan pemasyarakatan.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Safari et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: