Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Derasnya arus informasi digital menuntut siswa memiliki kemampuan menulis teks eksposisi yang logis sekaligus kritis dalam memilah sumber. Sayangnya, bahan ajar teks eksposisi yang tersedia umumnya masih berhenti pada struktur dan kaidah kebahasaan, tanpa membekali siswa cara menguji kredibilitas sumber digital yang mereka kutip. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) teks eksposisi berbasis literasi digital yang mengintegrasikan CRAAP Test (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose) untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), yang pada tahap ini dilaporkan hingga hasil validasi ahli pada tiga tahap awal. Kebutuhan pada tahap Analysis dikaji melalui studi dokumen dan kajian pustaka, sedangkan data kelayakan dikumpulkan melalui angket validasi berskala 1-4 yang diisi satu orang ahli dan dianalisis dengan rumus persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi pada tahap Analysis (92,86%), Design (87,50%), dan Development (91,07%), dengan rata-rata keseluruhan 90,32% pada kategori "Sangat Layak". Validator juga memberikan catatan perbaikan minor, terutama pada kejelasan panduan guru, contoh konkret pada aktivitas menyusun kerangka, dan peninjauan alokasi waktu. Simpulannya, LKPD ini layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar teks eksposisi yang relevan dengan kebutuhan literasi digital siswa masa kini, meski uji efektivitas pada skala implementasi yang lebih luas masih diperlukan sebagai langkah penelitian selanjutnya.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sariani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: