Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Peer conflict represents a natural facet of adolescent social dynamics that can impair interpersonal relationships if left unmanaged. This study aimed to describe the implementation of group guidance utilizing a games-based learning approach through the Detective Conflict game and to identify differences in conflict management skill scores among seventh-grade students before and after the intervention. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed with eight students of class VII C at SMP Negeri 11 Malang, selected via purposive sampling based on student needs assessment data. Data were gathered through a 40-item conflict management skill scale administered at pre-test and post-test sessions and analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results demonstrated a statistically significant increase in mean scores from 131.75 (SD = 7.03) to 138.88 (SD = 5.38) with Z = −2.457 and p = 0.014, indicating a significant difference in student scores following the intervention. In conclusion, active student participation in the Detective Conflict game exhibits viable potential as an alternative group guidance medium, although the limitations of a single-group pre-experimental design preclude definitive causal claims. ABSTRAK Konflik dengan teman sebaya merupakan bagian wajar dari dinamika interaksi sosial remaja yang dapat memicu kerenggangan relasi sosial apabila tidak dikelola secara konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan bimbingan kelompok dengan metode games-based learning melalui permainan Detective Conflict serta mengetahui perbedaan skor keterampilan mengelola konflik siswa kelas VII sebelum dan sesudah perlakuan. Pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest diterapkan pada delapan siswa kelas VII C SMP Negeri 11 Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil asesmen kebutuhan. Pengumpulan data menggunakan skala keterampilan mengelola konflik 40 butir pada sesi pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 131,75 (SD = 7,03) menjadi 138,88 (SD = 5,38) dengan nilai Z = −2,457 dan signifikansi p = 0,014, yang membuktikan terdapat perbedaan skor yang signifikan setelah pelaksanaan layanan. Simpulannya, keterlibatan aktif siswa dalam permainan Detective Conflict berpotensi menjadi media alternatif bimbingan kelompok, meskipun keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol menuntut kehati-hatian dalam menarik kesimpulan kausal langsung.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pasati et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: