Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kerja sama, menganalisis fungsi humor, serta mengungkapkan keterkaitan pragmatik antara jenis pelanggaran maksim dan fungsi humor dalam komentar meme pada akun Instagram @memecomic.id. Data penelitian berupa tuturan verbal dalam kolom komentar dari 30 unggahan meme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dengan metode dokumentasi digital melalui teknik tangkapan layar. Analisis data mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajikan data secara deskriptif-kualitatif, serta penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan adalah Prinsip Kerja Sama Grice (1975) yang mencakup maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, serta teori fungsi humor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jenis pelanggaran maksim dimanfaatkan oleh penutur sebagai strategi pragmatik yang sengaja untuk membangun humor. Pelanggaran maksim relevansi bertumpu pada pengalihan topik, ironi komparatif, dan alegori fiksi. Pelanggaran maksim cara diwujudkan melalui ambiguitas, modifikasi idiom, dan permainan bunyi. Pelanggaran maksim kualitas mewujud dalam bentuk hiperbola dan klaim absurd. Pelanggaran maksim kuantitas hadir melalui pemberian informasi yang berlebihan maupun yang sangat minim. Fungsi humor yang teridentifikasi mencakup kritik sosial dan politik, pembangun solidaritas komunitas, katarsis kolektif, ekspresi kreativitas linguistik, dan normalisasi satirikal. Keterkaitan antara keduanya menunjukkan bahwa jenis pelanggaran maksim tertentu secara sistematis mendorong fungsi humor tertentu. Dengan demikian, pelanggaran prinsip kerja sama dalam komunikasi digital bukanlah sebuah kegagalan komunikasi, melainkan bentuk strategi pragmatik yang disengaja untuk menyampaikan pesan sosial melalui media humor.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
unja et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: