Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian ini menganalisis campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada meme akun Instagram @ilovemyself_but dengan memadukan tiga kerangka teori: bentuk menurut Muysken (2000), wujud menurut Suwito (1985), dan faktor penyebab menurut Suandi (2014). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa 38 unsur campur kode dari 28 unggahan meme yang dikumpulkan selama tujuh bulan melalui dokumentasi dan purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa insertion mendominasi (86,8%), diikuti alternation (13,2%), sedangkan congruent lexicalization tidak ditemukan. Wujud yang paling dominan adalah kata (68,4%), dengan faktor utama penggunaan istilah yang lebih populer. Ketiga kerangka teori saling menguatkan dan membentuk satu pola yang konsisten.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nashiroh et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: