Answers are grounded in this paper and cite their sources.
The CERITA NUSANTARA program is a community service initiative designed to address low reading literacy interest and ability among elementary school students. The program was implemented at SDN 01 Ciherang, Cianjur Regency, involving 34 fifth-grade students as participants. The underlying problems addressed include students' low reading interest, conventional teacher-centered teaching approaches, and limited student confidence in expressing ideas orally. The program aimed to improve reading literacy skills, train storytelling abilities, and cultivate a sense of national pride through the use of Indonesian folktales as a learning medium. The implementation method comprised three main components: guided reading, Indonesian folktale storytelling activities, and story-based educational games. Program effectiveness was measured using the Reader Self-Perception Scale (RSPS) with a one-group pretest-posttest design. The analysis showed an increase in students' mean reading self-perception score from 66.82 to 68.50 after the program. Although this increase did not reach statistical significance (p = 0.067), the observed positive trend suggests that a local folktale-based approach holds considerable potential for building a sustainable literacy culture in elementary schools. ABSTRAK Program CERITA NUSANTARA merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk menjawab persoalan rendahnya minat dan kemampuan literasi membaca pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 01 Ciherang, Kabupaten Cianjur, dengan melibatkan 34 siswa kelas V sebagai peserta. Permasalahan yang mendasari program ini mencakup rendahnya minat baca siswa, pendekatan pembelajaran yang masih bersifat konvensional, serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan gagasan secara lisan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca, melatih keterampilan storytelling, dan menumbuhkan nilai cinta tanah air melalui pemanfaatan cerita rakyat Nusantara sebagai media pembelajaran. Metode pelaksanaan mencakup tiga komponen utama, yaitu membaca bersama terbimbing (guided reading), kegiatan storytelling cerita rakyat Nusantara, serta permainan edukatif berbasis cerita. Efektivitas program diukur melalui instrumen Reader Self-Perception Scale (RSPS) dengan desain one-group pretest-posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata persepsi diri membaca siswa dari 66,82 menjadi 68,50 pascaprogram. Meskipun peningkatan tersebut belum mencapai taraf signifikansi statistik (p = 0,067), kecenderungan positif yang teramati mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis cerita rakyat lokal memiliki potensi besar dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sombuk et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: