Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Early childhood represents the golden period of language development, making appropriate stimulation important, particularly through audiovisual media such as YouTube, an increasingly common home-learning tool. This study examined the relationship between YouTube use as a home-based audiovisual learning medium and the oral language skills of young children at KB-TK IT As-Salam Malang, based on the hypothesis of a significant positive relationship between the two variables. A quantitative correlational design was employed, involving 54 children aged 4-6 years selected through purposive sampling from a population of 95 students. Data were gathered using a Likert-scale questionnaire tested for validity (r exceeding the r-table value of 0.361) and reliability (Cronbach's Alpha of 0.858 and 0.911), then analyzed using Pearson Product Moment correlation. Prerequisite testing confirmed the data were normally distributed and linearly related. The analysis yielded r = 0.617, significance = 0.000 (p < 0.01), indicating a strong, significant, positive relationship, while the coefficient of determination (R² = 0.381) showed YouTube use accounted for 38.1% of the variance in oral language ability. The hypothesis was accepted: greater YouTube engagement as a home-based learning medium is associated with stronger oral language ability, provided its use is accompanied by parental guidance and deliberate content selection. ABSTRAK Masa usia dini dikenal sebagai periode emas perkembangan bahasa, sehingga stimulasi yang tepat menjadi sangat penting, terutama melalui media audiovisual seperti YouTube yang kini semakin lazim digunakan sebagai sarana belajar di rumah. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara penggunaan YouTube sebagai media belajar audiovisual di rumah dengan kemampuan bahasa lisan anak usia dini di KB-TK IT As-Salam Malang, dengan hipotesis bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 54 anak berusia 4-6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 95 anak. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert yang telah diuji validitasnya (nilai r di atas r tabel sebesar 0,361) dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha sebesar 0,858 dan 0,911), kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Hasil analisis memperoleh nilai r = 0,617 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan, sementara koefisien determinasi (R² = 0,381) menunjukkan bahwa penggunaan YouTube menyumbang 38,1% terhadap variansi kemampuan bahasa lisan anak. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima: semakin tinggi keterlibatan anak dalam menonton YouTube sebagai media belajar di rumah, semakin baik pula kemampuan bahasa lisannya, dengan catatan penggunaannya tetap disertai pendampingan orang tua dan pemilihan konten yang selektif.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Wibowo et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: