This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Acute Lung Oedema (ALO) merupakan kondisi kegawatdaruratan pada sistem pernapasan yang ditandai dengan penumpukan cairan di alveoli sehingga menyebabkan gangguan pertukaran gas dan hipoksia. Kondisi ini sering terjadi pada pasien dengan gagal jantung dan dapat menyebabkan sesak napas berat hingga gagal napas apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan adalah terapi Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan untuk mengontrol pola napas dan meningkatkan efisiensi ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Acute Lung Oedema (ALO) melalui penerapan terapi Buteyko di ruang ICU RSUD. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, serta studi literatur yang berkaitan dengan kondisi pasien. Hasil penerapan asuhan keperawatan selama empat hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi pernapasan pasien. Frekuensi napas pasien mengalami penurunan, pola napas menjadi lebih teratur, serta terjadi peningkatan saturasi oksigen setelah dilakukan intervensi terapi Buteyko. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan terapi Buteyko sebagai intervensi keperawatan komplementer dapat membantu memperbaiki pola napas dan meningkatkan oksigenasi pada pasien dengan Acute Lung Oedema.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Selviani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: