Key result
Deep diaphragmatic breathing reduces respiration rate by ~6 breaths per minute in acute decompensated heart failure.
Why the study?
Effectiveness of deep diaphragm breathing on ineffective breathing patterns in patients with acute decompensated heart failure in ICU was not well analyzed.
Does deep diaphragmatic breathing improve ineffective breathing patterns in a patient with Acute Decompensated Heart Failure?
Case Report (n=1)
No
Does deep diaphragmatic breathing improve ineffective breathing patterns in a patient with Acute Decompensated Heart Failure?
Absolute Event Rate: 20% vs 26%
Deep diaphragmatic breathing serves as an effective, simple, and safe non-pharmacological nursing intervention to improve oxygen saturation and reduce respiratory rate in patients with acute decompensated heart failure.
May aid acute symptom relief in ADHF; hypothesis-generating and requires prospective validation.
Acute Decompesated Heart Failure (ADHF) adalah suatu kondisi gagal jantung yang ditandai dengan adanya onset yang cepat atau perburukan tanda dan gejala gagal jantung sebagai akibat dari perburukan kardiomiopati yang sudah ada sebelumnya (Black & Hawk, 2014). The study purpose was: adalah menganalisis efektivitas deep diafragma breathing, terhadap pola napas tidak efektif pada pasien ADHF di ruang ICU. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien dengan diagnosis medis ADHF di Ruang ICU RSUD Cililin tahun 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dan studi dokumentasi. Intervensi yang diberikan adalah deep diafragma breathing, selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan frekuensi respirasi dan keluhan sesak sebelum dan sesudah intervensi. Results: Setelah penerapan deep diafragma breathing,, pasien mengalami perubahan pola napas yang signifikan ditandai dengan adanya peningkatan pada saturasi oksigen dengan nilai saturasi 98x/menit serta terjadinya penurunan sesak napas atau laju pernapasan pada Ny. I dengan nilai respirasi rate 20/menit.. Conclusions: Penerapan deep diafragma breathing, efektif sebagai intervensi keperawatan sederhana, aman, dan nonfarmakologis dalam membantu meningkatkan saturasi oksigen, menurunkan frekuensi respirasi serta meningkatkan kenyamanan pasien dengan ADHF.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Amelya et al. (2026) conducted a case report in Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) (n=1). Deep diaphragmatic breathing vs. Pre-intervention baseline was evaluated on Respiration rate (breaths per minute). Deep diaphragmatic breathing improved the breathing pattern of a patient with Acute Decompensated Heart Failure, reducing the respiration rate from 26 to 20 breaths per minute and increasing oxygen saturation from 94% to 98%.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: