This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Pendahuluan: Gagal jantung merupakan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup guna memenuhi kebutuhan metabolic jaringan tubuh, hanya dapat melakukannya dengan peningkatan tekanan pengisian ventrikel. Gagal jantung disebabkan karena jantung tidak mampu membawa darah secara efektif untuk kebutuhan metabolic, karena adanya disfungsi bilik jantung yang biasanya terjadi karena adanya aritmia dan area kelebihan cairan sehingga menyebabkan fungsi jantung. Suction merupakan tindakan untuk mempertahankan jalan napas sehingga memungkinkan terjadinya proses pertukaran gas yang adekuat dengan mengeluarkan secret pada pasien yang tidak mampu mengeluarkannya sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan intervensi suction terhadap masalah bersihan jalan napas pada pasien decompensasi cordis kiri. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain laporan kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan keluarga observasi, pemeriksaan fisik, telaah rekam medis, dan studi literature. Asuhan keperawatan diberikan dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi suction sesuai standar keperawatan, terjadi perbaikan bersihan jalan napas yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, berkurangnya bunyi nafas tambahan, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya secret. Kesimpulan: Intervensi suction efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien decompensasi cordis kiri sehingga dapat dijadikan salah satu intervensi utama dalam asuhan keperawatan pasien dengan gangguan jalan napas akibat penumpukan secret.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sundari et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: