Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu mampu menyajikan kompetensinya secara terstruktur, salah satunya melalui portofolio digital. Diskusi awal dengan SMK XYZ Purwokerto menunjukkan bahwa siswa kelas XI Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) belum memiliki portofolio digital, sementara karya praktik mereka belum diseleksi dan belum disertai narasi kompetensi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman praktik terbimbing dalam memilih karya unggulan, menyusun narasi kompetensi, dan membangun website portofolio. Pelatihan partisipatif berbasis praktik dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 bagi 30 siswa, meliputi pemaparan oleh dosen dan praktisi industri serta praktik menggunakan AI code editor Trae dengan pendampingan. Evaluasi menggunakan angket persepsi 23 butir berskala Likert, observasi, dan dokumentasi. Respons peserta sangat positif, dengan rata-rata 4,51 dari 5 (90,3%) dan 96,5% dari seluruh tanggapan (bukan proporsi peserta) berkategori setuju atau sangat setuju; skor terendah berkaitan dengan alokasi waktu. Luaran teknis berupa website portofolio yang berjalan di server lokal, sedangkan publikasi daring belum dilakukan dan menjadi tindak lanjut. Karena tidak menggunakan pre-test, post-test, maupun rubrik produk, hasil ini mencerminkan persepsi dan pengalaman praktik peserta, bukan peningkatan kompetensi atau kesiapan kerja yang terukur. Kegiatan ini merupakan tahap awal yang perlu dilanjutkan dengan pengukuran objektif dan pendampingan publikasi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Astrida et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: