Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas VI UPTD SD Negeri 125138 Pematangsiantar, yang ditunjukkan oleh hanya 13 dari 30 siswa yang mencapai KKTP 70 pada pretest dengan rata-rata nilai 62,5; kondisi ini diduga akibat pembelajaran yang kurang menarik dan siswa kurang memahami makna kata secara kontekstual. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh metode storytelling terhadap kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas VI UPTD SD Negeri 125138 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2026/2027. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode storytelling terhadap kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest design pada 30 siswa; data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji N-Gain, dan paired samples t-test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 62,5 menjadi 75,3, jumlah siswa yang mencapai KKTP meningkat dari 13 menjadi 22 siswa, serta nilai N-Gain sebesar 0,3937 dengan kategori peningkatan sedang; hasil paired samples t-test memperoleh signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, metode storytelling terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa dan dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran yang interaktif serta bermakna di sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rivani et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: