Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Cerita anak dwibahasa banyak digunakan sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi penggunaan referensi persona dalam terjemahan masih sering mengalami pergeseran yang dapat memengaruhi kohesi dan koherensi teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk referensi persona, menganalisis pergeseran referensi persona, serta menjelaskan pengaruhnya terhadap kohesi dan koherensi dalam terjemahan cerpen Si Kancil dan Buaya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Metode kajian deskriptif kualitatif dengan penelitian ini dilaksanakan menggunakan analisis teks dan kajian penerjemahan. Data penelitian berupa kalimat, frasa, dan kata berupa referensi persona di teks sumber Bahasa Indonesia dan teks tujuan Bahasa Inggris. Data di kumpulkan melalui teknik membaca, mengidentifikasi, klasifikasi dan membandingkan referensi persona di teks sumber dan teks sasar. Teknik analisis data penelitian ini dilaksanakan berdasarkan teori kohesi dan koherensi Halliday dan Hasan dan teori penerjemahan Catford. Penelitian ini diperoleh melalui hasil referensi persona di cerita terbukti sebagai unsur dominan kohesi. Bentuk referensi persona terbukti dominan yaitu persona ketiga tunggal dan persona ketiga jamak. Di karenakan cerita membicarakan Kancil dan buaya. Penelitian ini terdapat beberapa pergeseran referensi persona yaitu berupa penambahan subjek eksplisit, perubahan pronomina terikat dan pronomina terbebas, penyesuaian fungsi gramatikal akibat sistem perbedaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Meskipun terjadi pergeseran bentuk namun kohesi dan koherensi dan makna cerita tetap terjaga. Selain tu, di cerita koherensi teks diciptakan melalui hubungan kronologis, hubungan sebab akibat, dialog, dan pesan moral di tekst berlangsung logis. Dengan demikian, referensi persona memiliki peran penting dalam menjaga kualitas terjemahan serta keterpaduan makna dalam cerita anak.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pardede et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: