Answers are grounded in this paper and cite their sources.
This study was motivated by the low learning outcomes and science process skills (SPS) of fourth-grade students in Science and Social Studies (IPAS) at UPTD SD Negeri Karangampel Kidul 4, Karangampel District, Indramayu Regency, Indonesia. The problems were associated with teacher-centered instruction, limited use of instructional media, and low student engagement during learning activities. This study aimed to analyze improvements in students’ learning outcomes and SPS through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by interactive video media. The study employed classroom action research using the Kemmis and McTaggart design, consisting of planning, action, observation, and reflection across three cycles. The participants were 45 fourth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation and learning outcome tests and analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings indicated that the implementation of PBL improved from 78.10% in Cycle I to 81.25% in Cycle II and 86.03% in Cycle III. The mean learning outcome scores increased from 65 to 73.31 and 81.68, respectively, while classical learning mastery increased from 68.88% to 80% and 88.89%. Students’ SPS also improved from 72.13% in Cycle I to 77.87% in Cycle II and 81.48% in Cycle III. These findings indicate that implementing PBL supported by interactive video media was accompanied by improvements in students’ learning outcomes and science process skills throughout the classroom action research cycles in fourth-grade IPAS learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas IV dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPTD SD Negeri Karangampel Kidul 4, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Permasalahan tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang masih didominasi guru, keterbatasan penggunaan media pembelajaran, dan rendahnya keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar dan KPS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video interaktif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam tiga siklus. Subjek penelitian berjumlah 45 siswa kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan PBL meningkat dari 78,10% pada Siklus I menjadi 81,25% pada Siklus II dan 86,03% pada Siklus III. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 65 menjadi 73,31 dan 81,68, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 68,88% menjadi 80% dan 88,89%. Keterampilan proses sains juga meningkat dari 72,13% pada Siklus I menjadi 77,87% pada Siklus II dan 81,48% pada Siklus III. Dengan demikian, penerapan PBL berbantuan video interaktif menunjukkan peningkatan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa selama pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Mahmudiyah et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: